Karena Dia Tak Seshalih yang Engkau Kira


Benar bahwa tidak sedikit ikhwan dan akhwat menikah berawal dari FB. Bukan menikahnya yang salah, hanya saja bermula dari lebai-nya (ghuluw) dalam comment, chat, dan message inbox yang membuat hati ternoda.
Di dunia maya pun ada banyak individu (ikhwan/akhwat) yang tak sadar telah menjadi buaya dunia maya. Hendaknya kami dan antum mengualitaskan ketakwaan di manapun berada. Jika tidak maka syaitan sedang dan akan selalu terbahak-bahak. Cobalah menelusuri dialog ringan berikut.
Ikhwan: ”kedatangan saya ke rumah bapak untuk berniat baik yaitu melamar puteri bapak. Saya ingin menikahi puteri bapak.”
Bapak: ”Apakah niat saudara sudah mantap?”
Ikhwan: ”sudah, pak”
Bapak: ”saudara kenal dimana dengan puteri saya?”
Ikhwan: ”saya kenal dengan puteri bapak di Facebook.”

Wahai Saudariku, Aku Menggugah Rasa Malumu. Tidakkah ‘Kau Ingin Menjawabnya???


>>Alangkah Bedanya

Saudariku, dimana wanita muda yang padanya engkau melihat malu tampak pada seluruh bagian-bagian yang dikatakan kepadamu karena penampilan luarnya, rasa malunya, dan menutupi secara menyeluruh dimana dia selalu waspada untuk tidak menampakkan meskipun hanya jari khawatir menyingkap bagian tubuhnya atau kulitnya atau bagian mana saja dari daya tarik fisiknya? Jika engkau melihatnya engkau akan menganggap ia seperti burung gagak hitam karena kesopanan dan keteguhannya mempertahankan hijab.
Gambaran seorang wanita yang memiliki malu sedemikian berbeda dan berkebalikan dengan wanita yang berhias dan meninggalkan rumah atau sekolah atau tempat kerja dengan dandanan yang terbaik dan puncak kecantikan. Dia mengenakan pakaian yang mengundang tanpa sesuatu diatasnya kecuali abayah pendek (pakaian luar yang ringan biasanya berwarna hitam biasa dikenakan wanita di negara-negara teluk) atau yang panjang.

TERSENYUMLAH WAHAI AHLUS SUNNAH!

Image

Penulis: Ustadz Abul Fida Farid Lutfi –semoga Alloh merahmati beliau–

Sesungguhnya deraan ujian adalah sesuatu yang mesti dihadapi oleh semua insan yang telah menyatakan dirinya beriman. Karena dengan ujian itulah akan menjadi jelas; siapa yang jujur dan siapa yang dusta. Dengan ujian tersebut akan terlihat kualitas keimanan seorang hamba.

Namun ujian yang datang silih berganti, cobaan yang mendera tak kenal henti, terkadang membuat banyak orang berjatuhan dijalan kebenaran yang seharusnya ditempuh sampai mati. Tekad yang telah dibulatkan untuk meniti jejak generasi pilihan, langkah yang sudah mulai diayunkan untuk menapaki jalan yang diridhai oleh Ar Rahmaan, tidak jarang kandas ditengah jalan karena tak kuasa menahan pahit-getirnya perjuangan.

Oleh karena itu, goresan pena yang sederhana ini sengaja kutulis. ku haturkan…
Kepada anda yang belum lama merasakan manisnya meretas jalan kebenaran…
Kepada anda yang baru saja mulai mengayunkan langkah dibawah naungan hidayah dengan berbekal keikhlasan… Continue reading

Ragam Pemikiran Mu’tazilah

Kaum moderat adalah sebuah madzhab baru di abad ini. Mereka bertujuan menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran Khawarij dan Mu’tazilah. Kelompok yang satu ini dipelopori oleh sekelompok penulis muslim yang memusatkan kemampuannya untuk menyelisihi para ulama dan imam salaf. Mereka menganggap bahwa diri mereka mempunyai hak untuk berijtihan dalam menafsirkan dan mena’wil. Mereka mengatakan : “Jika orang-orang terdahulu adalah ulama, maka kami pun ulama juga”.

Continue reading